Sabtu, 29 Mei 2010

Cost, Revenue, dan Laba - Rugi

A. Biaya Produksi (Cost)
Biaya Produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk memproduksi barang/jasa. Pengertian tersebut mencakup biaya eksplisit dan implicit. Biaya eksplisit adalah biaya yang benar benar dikeluarkan untuk keperluan produksi. Sedangkan biaya implisit adalah biaya penggunaan sumber daya milik perusahaan.
Unsur-unsur Biaya Produksi
Unsur biaya produksi dibedakan atas 2 hal yaitu biaya produksi jangka pendek dan biaya produksi jangka panjang. Berikut akan dibahas macam-macam biaya produksi jangka pendek.
1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Fixed Cost adalah biaya produksi yang besarnya tidak berubah / tidak dipengaruhi oleh volume produksi barang / jasa. Artinya berapapun jumlah produksi, biaya ini selalu tetap. Biaya tetap dibedakan atas dua:
Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost / TFC) adalah biaya dengan jumlah tetap yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi sejumlah barang / jasa. Contohnya biaya penyusutan dan biaya sewa.
Biaya Tetap Rata-rata (Average Fixed Cost / AFC) adalah biaya tetap yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi satu satuan unit produksi (barang/jasa). Rumus menghitungnya adalah AFC = TFC / Quantity.
2. Biaya Variabel (Variable Cost / VC)
VC adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh produsen yang besarnya berubah ubah sesuai dengan perubahan jumlah produksi. Artinya apabila produksi bertambah maka biaya variable bertambah demikian sebaliknya bila produksi berkurang maka biaya variable berkurang. Contonya adalah pemakaian bahan baku.
3. Biaya Total (Total Cost / TC)
Biaya Total adalah jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi barang/jasa. Komponen biaya total terdiri dari biaya tetap dan biaya variable (Biaya total = biaya tetap + biaya variable).
4. Biaya Total Rata-rata (Average Total Cost / ATC)
Average Total Cost adalah biaya rata –rata yang harus dikeluarkan untuk memproduksi setiap satuan produksi. Rumus menghitung biaya rata-rata adalah total cost dibagi dengan jumlah produksi.
5. Biaya Marginal (Marginal Cost / MC)
Marginal Cost / MC adalah biaya yang harus dikeluarkan perusahaan apabila menambah satu satuan unit produk tertentu. Besarnya biaya marjinal terlihat menurun tetapi biaya marjinal akan sama dengan biaya rata-rata (MC=AC).
B. Penerimaan (Revenue)
Revenue adalah sejumlah uang yang diterima perusahaan atas penjualan barang/jasa hasil produksi. Jenis-jenis penerimaan dibedakan atas :
1. Penerimaan Total (Total Revenue / TR)
Total Revenue / TR adalah jumlah/kuantitas barang yang terjual, dikalikan dengan harga satuan. Semakin banyak yang terjual semakin besar penerimaan total (TR = P x Q).
2. Penerimaan Rata-rata (Average Revenue / AR)
Average Revenue / AR adalah pendapatan rata-rata yang diperoleh dari total penerimaan dibagi dengan jumlah barang yang dijual (AR = TR / Q).
3. Penerimaan Marjinal (Marginal Revenue / MR)
Marginal Revenue / MR adalah tambahan penerimaan karena adanya tambahan penjualan dari setiap satuan hasil produksi.
C. Laba Rugi
Laba Rugi dikelompokan atas 3 yaitu:
a. Laba Rata-rata (Average Profit)
Average Profit adalah laba yang diperoleh dari setiap satuan output yang dihasilkan atau dijual. Rumus : Average Profit = Average Revenue – Average Cost.
b. Laba Marginal (Marginal Profit)
Marginal Profit adalah tambahan laba yang diperoleh pada saat jumlah output yang dihasilkan atau dijual diperbesar. Rumus : Marginal Profit = Marginal Revenue – Marginal Cost.
c. Laba Total (Total Profit)
Total Profit adalah keseluruhan laba yang diterima karena penjualan sejumlah satuan output. Laba total diperoleh dengan cara:
1. Penerimaan total dikurangi biaya total (Total Profit = TR – TC)
2. Hasil kali jumlah output yang dijual dengan selisih antara penerimaan rata-rata dengan biaya rata-rata (Total Profit = x Q).
3. Penjumlahan dari selisih antara penerimaan marginal dengan biaya marginal (Total Profit = ∑ (MR-MC).

Macam - Macam Uang

Uang
Dalam ilmu ekonomi tradisional uang didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum.
Jenis-jenis Uang
1. Menurut bahan pembuatnya
a. Uang logam
Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak. Emas dan perak tidak mudah musnah. Maka dari itu emas dan perak dipilih sebagai bahan untuk uang logam. Selain itu harga emas dan perak yang stabil membuat emas dan perak diterima dimasyarakat sebagai alat tukar. Dizaman sekarang uang logam tidak dinilai dari berat logamnya melainkan dari nilai nominalnya.
b. Uang kertas
Uang kertas merupakan tahap evolusi penting dari sejarah uang. Meski terbuat dari kertas, uang tidak mudah dipalsukan. Uang kertas juga lebih mudah dibawa kemana-mana disbanding dengan uang logam.
2. Menurut nilainya
i. Full bodied money
Nilai uang dikatakan Full bodied money bila nilai yang tertera diatas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan.
ii. Token money
Uang dikatakan token money jika nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan.
3. Menurut berlakunya sebagai alat pembayaran
a) Uang kartal
Uang kartal merupakan uang sebagai alat pembayaran yang digunakan oleh masyarakat di dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Uang kartal ada dua yakni uang kertas dan uang logam.
b) Uang giral
Uang giral merupakan uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan(deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan.
4. Menurut lembaga yang mengeluarkan.
a. Bank Sentral
Memiliki hak monopoli dalam penciptaan uang kartal. Uang dikeluarkan bank sentral digunakan sebagai alat pembayaran sehari-hari.

b. Bank Umum
Bank umum memiliki kemampuan dalam menciptakan suatu tabungan yang dapat ditarik dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Cara ini disebut uang giral yang tidak dapat dibuat lembaga keuangan manapun.

Bentuk Pasar Berdasarkan Struktur

A. Pasar Persaingan Sempurna
Dalam pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah pasar dimana pihak penjual (produsen) dan pihak pembeli atau konsumen saling mengetahui keadaan pasar. Kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dari masing-masing pihak tidak dapat mempengaruhi keadaan pasar. Pihak produsen harus menjual barangnya sesuai dengan harga pasar yang berlaku. Pasar persaingan sempurna akan muncul apada keadaan dimana terdapat banyak penjual (produsen), dan msding-masing memproduksi/menjual barang yang identik atau homogen sehingga mereka sangat kecil kemungkinan untuk mempengaruhi situasi pasar. Bagi penjual (produsen) yang menurunkan harga, tidak akan mampu memenuhi permintaan sebaliknya yang menaikkan harga akan mengalami kerugian karena ditinggalkan pembelinya.
B. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Dalam pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competition), jumalah penjual (produsen) dan jumlah pembeli(konsumen) tidak sebanding. Kemungkinan yang pertama adalah pasar dikuasai oleh satu atau beberapa penjual (produsen), sehingga penjual (produsen) dapat dengan bebas menentukan hargabarang dan jumlah barang yang akan diperjual-belikan agar ia dapat memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Kemungkinan yang kedua adalah pasar dikuasai oleh satu atau beberapa pembeli, sehingga pembeli dapat dengan bebas menentukan harga barang dan jumlah barang yang akan diperjual-belikan. Bentuk-bentuk pasar pesaingan tidak sempurna antara lain;
a. Pasar Monopoli
Merupakan pasar yang dikuasai oleh satu produsen, dalam pasar monopoli barang yang dijual bersifat lain dari pada yang lain (unique). Tidak ada substitusi terhadap barang yang dijual oleh penjual (produsen) tunggal tersebut, dengan demikian penjual (produsen dapat menentukan harga pasar sehingga dapat memaksimalkan keuntungan yang akan diperoleh. Pada pasar monopoli ada hambatan bagi penjual (produsen) lain untuk masuk sebagai pesaing.
b. Pasar Oligopoli dan Pasar Duopoli
Pasar Oligopoli merupakan pasar yang terdiri dari beberapa penjual (produsen), sedangkan pasar duopoly merupakan pasar yang terdiri dari dua penjual (produsen). Barang yang diperjual-belikan pada pasar ini bersifat homogen dan dapat juga bersifat difrennsiasi. Pada pasar oligopoly maupun duopoly pihak penjual (produsen) harus mempertimbangkan akan terjadinya persaingan dalam menetapkan harga jual dan strategi pemasaran.
c. Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik mempunyai ciri-ciri yang terdapat pada pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan monopoli. Dikatakan mirip dengan pasar persaingan sempurna karena ada kebebasan bagi perusahaan sebagai penjual (produsen) untuk masuk pasar dan keluar pasar lagi, akan tetapi barang yang diperjualbelikan tidak homogen. Barang yang diperjualbelikan dibedakan melalui berbagai macam program promosi penjualan. Dengan demikian pasar persaingan monopolistik adalah suatu keadaan dimana terdapat banyak penjual (produsen) yang berkaitan erat tetapi bukan penjual atau penghasil barang yang sama. Barang yang diperjual-belikan pada pasar persaingan monopolistic hanya satu jenis saja, akan tetapi mempunyai perbedaan-perbedaan dalam hal bentuk, kualitas maupun ukuran. Pasar monopolistic banyak dijumpai pada sektor jasa misalnya salon, butik dan lain sebagainya.

Hukum Permintaan dan Penawaran

A. Permintaan(demand)
Permintaan adalah sejumlah barang atau jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada berbagai tingkat harga, pada waktu dan tmpat tertentu.
A.1 Hukum Permintaan
Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta (permintaan). Hokum permintaan menyatakan bahwa antara harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta mempunyai hubungan terbalik.
Bunyi hukum permintaan sebagai berikut “Apabila haraga barang/jasa mengalami kenaikan maka jumlah barang/jasa yang diminta mengalami penurunan, sebaliknya jika harga barang/jasa mengalami penurunan maka jumlah barang/jasa yang diminta mengalami kenaikan.”
Hukum permintaan akan berlaku apabila kondisi ekonomi dalam keadaan “ceteris paribus” artinya tidak ada perubahan pada factor yang mempengaruhi permintaan.
A.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan.
a. Adanya perubahan harga pada barang/jasa yang bersangkutan.
b. Adanya perubahan pendapatan masyarakat.
c. Tingkat intensitas kebutuhan.
d. Perubahan jumlah penduduk.
e. Terjadinya perubahan selera konsumen.
f. Expektasi / prediksi harga barang/jasa pada waktu yang akan datang.
g. Adanya barang-barang substitusi.

B. Penawaran
Penawaran (Supply) adalah sejumlah barang atau jasa yang disediakan untuk dijual pada berbagai tingkat haraga pada waktu dan tempat tertentu.
B.1 Hukum Penawaran.
Hukum penawaran menjelaskan tentang hubungan antara harga dengan jumlah barang/jasa yang akan ditawarkan. Hukum penawaran menyatakan bahwa antara harga dengan jumlah barang/jasa memiliki hubungan berbanding lurus.
Bunyi hukum penawaran sebagai berikut: “Apabila harga barang/jasa mengalami kenaikan maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan juga mengalami kenaikan sebaliknya apabila harga barang/jasa mengalami penurunan maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan juga mengalami penurunan.”
Hukum penawaran akan berlaku apabila kondisi ekonomi dalam keadaan “ceteris paribus” artinya tidak ada perubahan pada faktor yang mempengaruhi penawaran.
B.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran.
a. Biaya produksi
b. Perubahan teknologi.
c. Keuntungan yang diharapkan.
d. Kebutuhan uang tunai.
e. Expektasi / prediksi harga barang/jasa pada waktu yang akan datang.
f. Adanya pajak dan subsidi.
g. Perubahan jumlah produsen.

C. Harga Keseimbangan(Equilibrium Price).
Harga Keseimbangan adalah tingkat harga yang terjadi di pasar karena adanya kesepakatan antara permintaan harga dengan penawaran.
Contoh:
Harga (P) Jumlah Permintaan (Qd) Jumlah Penawaran(Qs)
Rp. 4.000.000,00 20 unit 40 unit
Rp. 3.500.000,00 25 unit 35 unit
Rp. 3.000.000,00 30 unit 30 unit
Rp. 2.500.000,00 35 unit 25 unit
Rp. 2.000.000,00 40 unit 20 unit

Senin, 02 November 2009

Tutorial Visual Basic Menggabungkan Data Base Dengan VB

Cara membuat data base dengan 2 form pada Visual Basic !
1. Desain Form1 sesuai kebutuhan dan keinginan. Misalnya seperti gambar dibawah ini.



Buat desain form 2 sesuai dengan kebutuhan .


Kemudian pilih add-ins kemudian visual data manager. Kemidian pilih new,microsoftt acsess version7.0.mbd


Klik kanan pada properties, kemudian  pilih new table maka akan muncul.
  Isi field-field yang diperlukan.
 Pada form2, klik kanan pada adodc kemudian pilih properties, kemudian atur koneksinya.











Jika semua telah di jalankan kode program yang benar telah dimasukkan, dan properties objek-objeknya telah disesuaikan, maka program sudah bisa dijalankan.












Jumat, 16 Oktober 2009

Perbedaan Futsal dengan Sepak Bola


Jika dilihat secara umum futsal memang jelas berbeda dengan Sepak Bola. Namun banyak orang yang bermain Futsal namun tidak menggunakan aspek – aspek yang ada di Futsal teteapi menggunakan apa yang mereka ketahui pada Sepak Bola konvensional. Pada dasarnya Futsal memiliki peraturan yang sama dengan Sepak Bola konvensional namun dengan sedikit modifikasi. Berikut perbedaan antara Sepak Bola dengna Futsal :
Sepak Bola
Futsal
·         Dimainkan 11 pemain(dalam 1 team)
·         Pergantian maksimal 3x
·         Throw in
·         Running Clock
·         2 x 45 menit
·         Tidak ada time out
·         Tendangan Gawang
·         Boleh kontak fisik
·         Berlaku offside
·         Kiper diberi waktu 6 detik untuk tendangan gawang
·         Pemain yang terkena kartu merah tidak dapat diganti pemain lain

·         Tidak ada batasan pelanggaran
·         Sepak pojok diarea korner
·         Dimainkan 5 pemain (dalam 1 team)
·         Pergantian tidak dibatasi
·         Kick in
·         Stopped Clock
·         2 x 20 menit
·         2x time out
·         Lemparan Gawang
·         Kontak fisik dilarang
·         Tidak berlaku offside
·         Kiper diberi waktu 4 detik untuk lemparan gawang
·         Pemain yang terkena kartu merah dapat diganti pemain lain setelah 2menit atau setelah lawan mencetak gol
·         Batasan Pelanggaran
·         Sepak Pojok disudut korner


Recent Post