Jumat, 09 Maret 2012

Etika dan Profesionalisme


DEFINISI

Pengertian Etika
     Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana menjalani kehipan melalui rangkaian tindakan sehari – hari, etika dapat diterapkan dalam segala aspek atau segi kehidupan. Menurut para ahli etika tiadak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan diantara sesamanya dan menegaskan mana yang baik dan buruk. Secara etimologi, Etika berasal dari bahasa Yunani yakni “Ethos” yang berarti norma – norma, nilai-nilai, kaidahkaidah dan ukuran – ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. Beberapa pengertian Etika menurut para ahli :
1.                  Drs. O.P Simorangkir “Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik”.
2.                  Drs. Sidi Gajalba “Dalam sistematika filsafat pengertian etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal”.
3.                  Drs. H. Burhanudin Salam “Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya”.

Pengertian Profesi
          Pengertian profesi adalah suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian. Profesi  merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang  memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia.
Ciri khas Profesi Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:
1.                  Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus  berkembang dan diperluas.
2.                  Suatu teknik intelektual.
3.                  Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis.
4.                  Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi
5.                  Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan.
6.                  Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri
7.                  Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya
8.                  Pengakuan sebagai profesi
9.                  Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi
10.              Hubungan yang erat dengan profesi lain
Pengertian Profsionalisme

            Berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman, 1987).

Pengertian TSI
Teknologi Sistem Informasi (TSI) adalah technology information system yaitu teknologi yang tidak terbatas pada penggunaan sarana komputer, tetapi meliputi pemrosesan data, aspek keuangan, pelayanan jasa sejak perencanaan, standar dan prosedur, serta organisasi dan pengendalian sistem catatan (informasi).

ALASAN

Kode Etik ini menekankan agar software engineer (IT profesional) memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga agar profesinya adalah profesi yang bermanfaat bagi masyarakat dan merupakan profesi yang terhormat. Komitmen ini tercermin pada saat seorang software engineer melakukan kegiatannya dalam membangun software, mulai dari melakukan analisa, membuat spesifikasi, membuat design, melakukan coding, testing maupun pemeliharaan software.
            Pada setiap kegiatan tersebut, peran software engineer sangat penting, karena ia turut menentukan hasil akhir dari suatu pengembangan system. Dengan kata lain, dia berada dalam posisi untuk berbuat kebaikan atau berbuat yang merugikan orang lain. Untuk itulah pentingnya Kode Etik ini diterapkan oleh setiap individu software engineer.

Kapan

Kapan TSI digunakan?
Etika dan profesionalisme TSI digunakan ketika seseorang hendak menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Tetapi etika dan profesionalisme TSI ini tidak hanya digunakan saat sedang melakukan sebuah proyek yang akan dijalankan, melainkan juga harus dijalankan setiap waktu pada saat yang tepat. Sebuah pertanggung-jawaban dari suatu etika dan profesionalisme harus nyata.
Ada empat isu-isu etika yang harus diperhatikan, yakni:
1.                  Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
2.                  Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
3.                  Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
4.                  Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. 

Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.
Isu-isu tersebut harus diperhatikan dan dijadikan panduan ketika hendak menggunakan TSI dan harus dilakukan secara profesional mengingat peran seseorang tersebut disuatu perusahaan yang berkaitan erat dengan tanggung jawab orang tersebut di perusahaan.

Siapa

Yang menggunakan etika dan profesionalisme TSI tentu nya para pengguna profesional yang mempunyai kepentingan dalam teknologi sistem informasi itu sendiri. Orang yang tidak menuruti akan etika atu profesionalisme dalam teknologi sistem tentunya tidak akan mengalami kemajuan atau dalam kata lain tujuan yang akan tidak akan tercapai dan sistem yang akan dibuat pastinya keluar jalur dengan apa yang sudah ditetapkan dalam etika dan profesionalisme serta orang yang melanggar akan kode etika yang ditetapkan pastinya akan dapatkan sangsi yang telah disepakati bersama.


Jumat, 06 Januari 2012

Pendekatan Terstruktur dan Object-Oriented


Pendekatan Perancangan Sistem Terstruktur
Pendekatan terstruktur adalah metode perkembangan sistem dengan menyediakan sistem tambahan yang berupa alat – alat dan teknik – teknik. Pada pendekatan terstruktur dibedakan atas dua pendekatan yaitu :
1. Pendekatan berorientasi proses
Pada pendekatan terstruktur yang beorientasi proses yang dilakukan adalah memeriksa input, output dan proses untuk sistem. Pendekatan berorientasi proses bekerja sangat baik jika professional sistem mengetahui lebih lanjut tentang input, proses dan output yang dihasilkan dari sistem .
2. Pendekatan beorientasi data
Pada pendekatan terstruktur beorientasi data yang dilakukan adalah memeriksa keputusan – keputusan yang dibuat sistem dan kemudian bekerja ke belakang untuk mengidentifikasi data yang dibutuhkan untuk mendukung keputusan tersebut. Pendekatan ini digunakan jika proses sistem, seperti input dan output belum ditentukan. Pada kasus ini, professional sistem harus berusaha dengan user menentukan bagaimana sistem nantinya. Fokusnya adalah untuk menentukan kebutuhan data untuk keputusan – keputusan yang akan berbasis pada data.
Ciri-ciri utama teknik terstruktur adalah sebagai berikut :
· Merancang berdasar modul, Modularisasi adalah proses yang membagi suatu sistem menjadi beberapa modul yang dapat beroperasi secara independen
· Bekerja dengan pendekatan top-down, Dimulai dari level atas (secara global) kemudian diuraikan sampai tingkat modul (rinci)
· Dilakukan secara iterasi, Dengan iterasi akan didapat hasil yang lebih baik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan baik
·  Kegiatan dilakukan secara pararel, Pengembangan subsistem-subsistem dapat dilakukan secara pararel, sehingga akan memperpendek waktu pengembangan sistem
Tools Pendekatan Perancangan Terstruktur
· DFD (Data Flow Diagram )
· Kamus Data
· Entity Relationship Diagram (ERD)
· State Transition Diagram (STD)
Keuntungan pendekatan perancangan  terstruktur :
· Mengurangi kerumitan masalah (reduction of complexity).
· Konsep mengarah pada sistem yang ideal (focus on ideal).
· Standarisasi (standardization).
· Orientasi ke masa datang (future orientation).
· Mengurangi ketergantungan pada disainer (less reliance on artistry).
Kekurangan Pendekatan Perancangan Terstruktur :
· SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
· Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD.
· Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
· Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
· Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sulit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
· Pada SAAD sulit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.
· SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
· SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).
Pendekatan Perancangan Sistem Berorientasi Objek 
Pendekatan perancangan sistem berorientasi objek adalah suatu teknik pendekatan baru dalam melihat permasalahan dan sistem (sistem perangkat lunak, sistem informasi, atau sistem lainnya). Pendekatan ini memandang sistem yang akan dikembangkan sebagai suatu kumpulan objek-objek dunia nyata.
Terdapat beberapa cara untuk mengabstraksikan dan memodelkan objek-objek tersebut, yaitu abstraksi objek, kelas, hubungan antar kelas sampai abstraksi sistem. Saat mengabstraksikan dan memodelkan objek, data dan proses-proses yang dipunyai oleh objek akan dienkapsulasi (dibungkus) menjadi satu kesatuan.
Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep pendekatan berorientasi objek dapat diterapkan pada tahap analisis, perancangan, pemrograman, dan pengujian perangkat lunak. Ada berbagai teknik yang dapat digunakan pada masing-masing tahap tersebut, dengan aturan dan alat bantu pemodelan tertentu.
Tools pendekatan berorientasi objek :
· Rational Unified Process (RUP) (Rational Software – IBM 2003)
· Fusion (Coleman 1994)
· STS development Method 3 (ADM3) (Firesmith 1993)
· Berard’s object-oriented design (Berard 1991)
· Booch’s object-oriented design (Booch 1983, 1991)
· Coad and Yourdon’s object – oriented analysis (Coad & Yourdon 1989)
· Coad and Yourdon’s object-oriented analysis (OOA) (Coad & Yourdon 1991)
· Jacobson’s Objectory (Jacobson & Linstrom 1992)
· Rumbaugh’s object modelling technique (OMT) (Rumbaugh et al. 1991)
· Object-oriented system analysis (OOA) (Shlaer & Mellor 1988)
Kelebihan pendekatan berorientasi objek :
· Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan system
· Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).
· Tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.
· Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.
· Relasi obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam mehami desain (Sommerville, 2000).
· Memungkinkan adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks (Booch, 2007).
· Encapsliation data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.
· OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.
· Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama. Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.
Kekurangan Pendekatan Berorientasi Objek :
· Pada awal desain OOAD, sistem mungkin akan sangat simple.
· Pada OOAD lebih fockus pada coding dibandingkan dengan SSAD.
· Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja team seperti pada SSAD.
· Pada OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
· Sering kali pemrogramam berorientasi obyek digunakan untuk melakukan anlisisis terhadap fungsional siste, sementara metode OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.
· OOAD merupakan jenis manajemen proyek yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstruktur. Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama untuk berpindah ke OOAD, karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama ( Hantos, 2005).
· Metodologi pengembangan sistem dengan OOAD menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit terhadap reuse, akan sangat sliit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar (Hantos, 2005).

Jumat, 09 Desember 2011

Contoh tugas

Nama Perusahaan   :  Antik Klasik
Jenis Usaha              :  Pelelangan benda / barang antik
Menu Compiere       :  Market Place


   Antik Klasik merupakan perusahaan yang bergerak pada pelelangan barang antik dalam bentuk apapun. Maksudnya adalah semua jenis barang yang tergolong antik dapat dilelang disini serta dapat dilakukan penawaran secara online maupun melalui pameran. 
   Setiap 6 bulan sekali dilakukan pelelangan secara langsung untuk barang-barang yang dipamerkan. Untuk membantu kegiatan perusahaan, dapat digunakan compiere sebagai perangkat lunak pembantu mengelola sistem pelelangan.
   Compiere merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengintegrasikan aktifitas perusahaan. Modul yang cocok untuk perusahaan ini antara lain Market place. berikut mengenai menu market place yang digunakan:


1.  Market Place digunakan untuk mengelola pangsa pasar. biasanya untuk melelang produk perusahaan. modul yang digunakan terdiri dari : 
  • Bid Topic :  modul untuk mengelola item pelanggan dan penawaran - penawaran yang diajukan.
  • Auction seller : modul untuk mengelola informasi mengenai penjual. Penjual disini adalah pemakai sistem yang berpartisipasi dalam pelelangan. Pemakai tidak selalu dari internal perusahaan , tetapi juga dari rekan bisnis.
  • Auction Buyer  :  Modul untuk mengelola informasi pembeli yang berpartisipasi dalam pelelangan.
2.  Reprice Order
          Modul yang digunakan untuk menghitung ulang harga yang tertera pada pesanan yang disesuaikan dengan harga terakhir pesanan.

3.  Order Transaction
         Modul yang digunakan untuk membuat transaksi pesanan berdasarkan tanggal.



Senin, 21 November 2011

Computer Vision


Computer  Vision

Computer Vision hari ini cendrung mendekati kemampuan manusia dalam menangkap informasi visual (human sight). Untuk kebutuhan tersebut computer vision harus terdiri dari banyak fungsi pendukung yang berfungsi secara penuh. Sebuah Sebuah komputer komputer yang yang menyerupai menyerupai kemampuan kemampuan manusia dalam menangkap sinyal visual (human sight) dilakukan dalam empat tahapan proses dasar :
·         Proses penangkapan citra/gambar (image acquisition),
·         Proses pengolahan citra (image processing), Analisa
·         data citra (image analysis) dan Proses pemahaman
·         data data citra citra ((image image understanding understanding)

Fungsi Computer Vision
Untuk menunjang menunjang tugas tugas computer computer vision, vision, maka maka terdapat beberapa fungsi pendukung ke dalam sistem ini, antara lain :
·         Proses penangkapan citra/gambar (image acquisition)
·         Proses pengolahan citra (image processing)
·         Analisa data citra (image analysis)
·         Proses pemahaman data citra

Proses dalam Computer Vision
1.      Image Acquisition
Karena komputer tidak bekerja dengan sinyal analog, maka sebuah analog‐to‐digital converter (ADC), dibutuhkan untuk memproses semua sinyal tersebut oleh komputer. ADC ini akan mengubah sinyal analog yang direpresentasikan direpresentasikan dalam dalam bentuk bentuk informasi informasi sinyal sinyal tunggal ke dalam sebuah aliran (stream) sejumlah bilangan biner. Bilangan biner ini kemudian disimpan di dalam memori
dan akan menjadi data raw yang akan diproses.

2.     Image Processing
            Tahapn berikutnya computer vision akan melibatkan sejumlah manipulasi utama (initial manipulation) dari data binary tersebut. Image processing membantu peningkatan dan perbaikan kualitas image, sehingga dapat dianalisa dan di olah lebih jauh secara lebih efisien.  Image p g processing akan meninggkatkan p g perbandingan sinyal terhadap noise (signal‐to‐noise ratio = s/n). Sinyal‐sinyal tersebut adalah informasi yang akan merepresentasikan objek yang ada dalam image. Sedangkan noise adalah segala bentuk interferensi, kekurang pengaburan, yang terjadi pada sebuah objek.

3.      Image Analysis
Image analysis akan mengeksplorasi scene ke dalam bentuk karateristik utama dari objek melalui suatu proses investigasi. Sebuah program komputer akan mulai melihat melalui bilangan biner yang merepresentasikan informasi visual untuk untuk mengidentifikasi mengidentifikasi fitur fitur‐‐fitur fitur spesifik spesifik dan dan karekteristiknya. Lebih khusus lagi program image analysis digunakan untuk mencari tepi dan batas‐batasan objek dalam image. Sebuah tepian (edge) terbentuk antara objek dan latar belakangnya atau antara dua objek yang spesifik. Tepi ini akan terdeteksi sebagai akibat dari perbedaan level brightness pada sisi yang berbeda dengan salah satu batasnya.

4.      Image Understanding
Ini adalah langkah terakhir dalam proses computer vision, yang mana sprsifik objek dan hubungannya di identifikasi. Pada bagian ini akan melibatkan kajian tentang teknik‐ teknik artificial intelligent. Understanding berkaitan dengn template matching yang ada dalam sebuah scene. Metoda ini menggunakan program pencarian (search program) dan teknik penyesuaian pola (pattern matching techniques).

Minggu, 06 November 2011

Perbedaan Pendekatan Berorientasi Objek dengan Pendekatan Terstruktur

1. Pendekatan Terstruktur.

Pendekatan Teknik terstruktur adalah suatu pendekatan formal untuk memecahkan masalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan yang dapat dipergunakan untuk memecahkan suatu masalah. Dalam hubungannya dengan pengembangan sistem informasi dan software aplikasi sistem informasi ada beberapa definisi pada pendekatan teknik terstruktur, yaitu : 
• Pemrograman terstruktur adalah proses yang berorientasi kepada teknik yang digunakan untuk merancang dan menulis program secara jelas dan konsisten. 
 • Desain terstruktur adalah salah satu proses yang berorientasi teknik yang digunakan untuk memilah-milah program besar ke dalam hirarki modul-modul yang menghasilkan program komputer yang lebih kecil agar mudah untuk diimplementasikan dan dipelihara (diubah). 
 • Analisis Terstruktur Modern adalah teknik yang berorientasi kepada proses yang paling populer dan banyak digunakan dewasa ini. 
 • Pemodelan data adalah suatu teknik yang berorientasi kepada data dengan menunjukkan sistem hanya datanya saja terlepas dari bagaimana data tersebut akan diproses atau digunakan untuk menghasilkan informasi. 
• Rekayasa Informasi adalah perpaduan dari pemodelan data dan proses, juga memberikan penekanan baru terhadap pentingnya perencanaan sisteminformasi. Ciri-ciri utama teknik terstruktur adalah sebagai berikut: 
1. Merancang berdasar modul modularisasi adalah proses yang membagi suatu sistem menjadibeberapa modul yang dapat beroperasi secara independen 
2. Bekerja dengan pendekatan top-down dimulai dari level atas (secara global) kemudian diuraikan sampai ke tingkat modul (rinci) 
3. Dilakukan secara iterasi dengan iterasi akan didapat hasil yang lebih baik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan baik 
4. Kegiatan dilakukan secara paralel pengembangan subsistem-subsistem dapat dilakukan secara paralel, sehingga akan memperpendek waktu pengembangan system 

2. Pendekatan Berorientasi Objek

Pemrograman berorientasi objek merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya, Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat. == Konsep dasar dari Pemrograman Berorientasi Objek Pemrograman orientasi-objek menekankan konsep berikut:  Kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya. 
 Objek - membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer; objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek.  Abstraksi - Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan. 
 Enkapsulasi - Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi izin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut. 
 Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan denganbahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.  Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri. 

3. Perbedaan Pendekatan Berorientasi Objek dengan Pendekatan Terstruktur.

Perbedaan yang paling dasar dari pendekatan terstruktur dan pendekatan OO(Object Oriented ) atau berorientasi objek adalah pada metode berorientasi fungsi atau aliran data (Data Flow Diagram (DFD)) (pendekatan terstruktur), dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan fungsi atau proses secara hirarki, mulai dan konteks sampai proses-proses yang paling kecil, sementara pada metode berorientasi objek. dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam sistem Sumber : http://fendy-studentsite.blogspot.com/2011/11/pendekatan-terstruktur-vs-pendekanan.html http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_berorientasi_objek

Selasa, 01 November 2011

UNIFIED REMOTE 1.2.1

UNIFIED REMOTE1.2.1

Unified Remote merupakan aplikasi yang dapat dimanfaatkan dalam bidang teknologi untuk melakukan remotisasi terhadap desktop komputer. Namun aplikasi ini belum banyak digunakan oleh masyarakat khususnya dilingkungan kampus Universitas Gunadarma.
Untuk dapat menggunakan Unified Remote 1.2.1 sebagai remote desktop, dibutuhkan beberapa komponen yaitu perangkat keras, perangkat lunak, serta media koneksi. Perangkat keras utama yang diperlukan untuk menggunakan Unified Remote 1.2.1 adalah perangkat komputer yang kompatibel dengan sistem operasi windows xp dan handphone berbasis android dengan sistem operasi android minimal versi 1.6. Komponen penting yang kedua adalah perangkat lunak. Perangkat lunak disini adalah Unified Remote 1.2.1 yang terdiri dari Unified Remote Server dan Unified Remote Client. Dalam menggunakan Unified Remote 1.2.1, ada kedua perangkat utama yang digunakan saling terkoneksi satu dengan lainnya. Maka dibutuhkan pula media koneksi, dan media koneksi yang digunakan untuk Unified Remote 1.2.1 adalah wirelees fidelity.
Setelah komponen – komponen yang diperlukan tersedia, ada langkah – langkah yang harus dilakukan agar Unified Remote 1.2.1 dapat digunakan sebagai aplikasi dalam melakukan remotisasi terhadap desktop. Langkah – langkah tersebut meliputi instalasi, keterhubungan antar perangkat / koneksi, serta pengaturan pada Unified Remote 1.2.1 Berikut dijelaskan mengenai langkah – langkah yang harus dilakukan untuk dapat menggunakan Unified Remote 1.2.1 sebagai remote desktop pada handphone berbasis android.

1. Instalasi Unified Remote 1.2.1
Layaknya aplikasi lain, untuk menggunakan Unified Remote 1.2.1 harus dilakukan instalasi sebelumnya. Namun dalam kasus ini terdapat 2 perangkat yang akan dikoneksikan yaitu perangkat komputer (PC/Laptop) dan handset (Handphone berbasis android).

1.1. Instalasi Unified Remote Server
Unified Remote Server adalah file instalasi yang harus diinstall pada perangkat komputer. Berikut adalah penjelasan langkah demi langkah dalam penginstallan Unified Remote Server.
Pertama, jalankan file installer Unified Remote 1.2.1 (dalam hal ini adalah UnifiedRemote_Server_v1_21.exe). Setelah itu akan muncul tampilan seperti pada gambar 3.1.

Gambar 1 Preparing Install
Tunggu beberapa saat, kemudian akan muncul dialog box seperti pada gambar 2. Pilih next untuk melanjutkan instalasi.

Gambar 2 InstallShield Wizard

Selanjutnya akan muncul lincense agreement dari Unified Remote. Pilih option I accept the terms in the license agreement dan klik next untuk melanjutkan.


Gambar 3 Licence Agreement
Kemudian akan muncul kotak dialog Destination Folder. Disini ditentukan dimana file-file instalasi Unified Remote ini akan ditempatkan. Default-nya file-file instalasinya akan ditempatkan di lokasi C:\Program Files\Relmtch\Unified Remote\ . Jika ingin mengubah lokasinya dapat dilakukan dengan memilih Change kemudian tentukan lokasi yang anda inginkan.

Gambar 4 Destination Folder
Setelah langkah diatas diselesaikan, maka Unified Remote versi 1.2.1 siap diinstall.Klik Install dan instalasi dimulai.

Gambar 5. Install Program


Gambar 6 Install Finish

Setelah semua proses dilaksanakan, maka instalasi selesai dilakukan. Beri tanda cek jika anda ingin langsung mengaktifkan Unified Remote ini. Jika tidak, unchek kotak launch the program.

1.2 Instalasi Unified Remote Client
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Unified Remote digunakan untuk melakukan remotisasi desktop PC/Laptop dengan menggunakan handphone berbasis android. Pada penggunaan Unified Remote, perangkat komputer atau bertindak sebagai server, sedangkan yang bertindak sebagai client adalah perangkat handphone berbasis android. Agar dapat melakukan request terhadap PC server, perangkat handphone harus sudah terinstall Unified Remote Client.
Aplikasi Unified Remote Client adalah aplikasi Unified Remote yang diinstall pada perangkat handphone android. Cara melakukan instalasi Unified Remote Client lebih mudah jika dibandingkan dengan menginstall Unified Remote Server. Untuk menginstallnya dibutuhkan file aplikasi dengan ekstensi apk. File Unified Remote Client dapat didownload di situs resmi Unified Remote yaitu http:\\unifiedremote.com. Sebagai catatan, Unified Remote Client dari situs resmi ini hanya dapat didownload dari perangkat handphone berbasis android. Selain dari situs resmi, aplikasi ini bisa didapat dari android market yang ada pada perangkat handphone berbasis android.
Setelah file instalasi Unified Remote Client tersimpan di perangkat handphone android, barulah instalasi dapat dilakukan. Caranya dengan melakukan klik pada file instalasi (dalam hal ini Unified_Remote_1_21.apk). Kemudian akan muncul tombol install dan cancel. Untuk melakukan instalasi tekan tombol install. Instalasi Unified Remote Client akan segera berjalan setelah tombol install ditekan. Tunggu beberapa saat hingga muncul tulisan Application Installed yang menandakan bahwa aplikasi tersebut telah terinstall pada perangkat handphone. Jika semua proses telah dilakukan, maka aplikasi Unified Remote Client sudah terinstall diperangkat handphone tersebut. Kemudian akan muncul tampilan dua tombol yaitu open dan done. Tekan open untuk langsung membuka aplikasi Unified Remote Client. Jika tidak ingin membukanya, tekan tombol done.

Gambar 7 Unified Remote Client file Gambar 8 Install Unified Remote Client

2 Media Koneksi
Untuk dapat melakukan remotisasi PC menggunakan handphone berbasis android, tidak cukup dengan mengaktifkan Unified Remote pada perangkat yang bertindak sebagai server dan client. Mengaktifkan aplikasi pada server dan client memang harus dilakukan. Namun ada hal yang juga harus dilakukan yaitu mengkoneksikan atau melakukan pairing antara perangkat komputer dengan perangkat handphone. Untuk dapat mengkoneksikan kedua perangkat dibutuhkan media koneksi berupa wireless fidelity.

2.1 Memanfaatkan Wi-fi Sebagai Media Koneksi
Pada beberapa tahun terakhir peningkatan pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini berimbas dengan meningkatnya jumlah tempat yang menyediakan layanan hotspot untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan internet. Pada dasarnya hotspot yang ada memanfaatkan teknologi yang dikenal dengan wi-fi. Wi-fi inilah yang akan menjadi jembatan penghubung antara komputer dengan perangkat handphone.
Jika ingin melakukan pairing dengan memanfaatkan Public Network, kedua perangkat harus terkoneksi dahulu dengan publik network yang ada. Dalam hal ini kedua perangkat harus terkoneksi kedalam satu network yang sama. Setelah kedua perangkat terkoneksi dengan network yang sama, kemudian dapat dilakukan pairing antar keduanya. Untuk melakukan pairing harus dilakukan pengaturan pada Unified Remote Server dan Client.

3 Menghubungkan Server Dengan Client
Meremote desktop dengan Unified Remote sangat berhubungan dengan jaringan komputer. Namun yang dihubungkan disini adalah komputer yang bertindak sebagai server, serta handphone yang bertindak sebagai client. Untuk dapat menghubungkan kedua perangkat agar tercipta jaringan dengan konsep client-server antar keduanya, maka harus dilakukan pengaturan pada Unified Remote Sever dan pada Unified Remote Client.

3.1 Pengaturan pada Unified Remote Server
Pengaturan pada Unified Remote dilakukan agar antara sever dan client saling mengenal. Sever mengenali clientnya dan sebaliknya. Sehingga permintaan dari client dapat sampai sempurna ke server, dan server dapat memenuhi permintaan tersebut. Pada aplikasi Unified Remote Server terdapat empat tab dimana pada tiap tab dapat dilakukan pengaturan terhadap Unified Remote yang akan digunakan. Tab tersebut adalah general, permissions, explorer dan log.
Bagian general adalah tab yang pertama muncul ketika menjalankan Unified Remote. Pada bagian ini terdapat dua check box. Check box Pertama adalah automaticly start server when I log on windows yang berarti akan langsung mengaktifkan Unified Remote Server ketika mulai menjalankan sistem operasi windows. Sedangkan yang check box kedua adalah show setting window when aplication start yang berarti jendela pengaturan akan muncul ketika aplikasi Unified Remote ini dijalankan. Pada tab general ini terdapat salah satu bagian terpenting dari pengaturan Unified Remote yaitu listening port. Listening port memberi tahu port mana yang akan dilalui Unified Remote untuk melakukan kerjanya. Pengaturan awal dari listening port adalah 5432. Artinya Unified Remote Server akan menggunakan port 5432 sebagai jalan masuk apabila Unified Remote Client melakukan permintaan/request. Sebagai catatan, port ini dapat diubah oleh pengguna bila diperlukan. Cara merubahnya hanya cukup mengganti port yang akan digunakan dengan mengetik pada kotak listening port. Namun, pastikan port yang akan digunakan Unified Remote belum digunakan oleh aplikasi lain.
Tab kedua yang ada pada pengaturan Unified Remote Server adalah tab permissions. Pada tab permission dapat dilakukan pengaturan mengenai fitur-fitur apa saja yang akan diproses oleh server untuk kemudian layanannya disediakan jika nantinya dilakukan permintaan atas layanan tersebut dilakukan oleh client. Pengaturan terhadap setiap fitur dapat dilakukan pada bagian permission ini. Artinya, dari sini dapat dilakukan seleksi terhadap kewenangan akses melalui Unified Remote. Misalnya pada explorer yang terdapat pada Unified Remote menyediakan fasilitas show drives (untuk melihat apa saja yang tersimpan dalam hard drive komputer), allow open (untuk membuka file melalui explorer pada unified remote), dan fasilitas lainnya. Dibelakang menu fasilitas yang tersedia, terdapat kotak yang berisi tanda cek pada keadaan semula. Jika dalam kotak tersebut berisi tanda cek, menandakan bahwa client akan diizinkan untuk meminta/request fasilitas tersebut kepada server. Sebaliknya, jika tidak terdapat tanda cek, maka client tidak dapat menggunakan fasilitas tersebut karena tidak diizinkan oleh server.
Bagian ketiga dari pengaturan Unified Remote Server adalah explorer. Bagian explorer ini dikhususkan untuk melakukan pengaturan terhadap remotisasi fitur explorer yang ada pada Unified Remote 1.2.1. Pada bagian ini, dapat diatur ekstensi file apa saja yang akan di blok atau tidak dapat diakses melalui explorer pada Unified Remote 1.2.1.
Bagian terakhir dalam pengaturan Unified Remote Server adalah log. Log pada pengaturan Unified Remote Server memberitahu kepada pengguna tenteng kegiatan yang dilakukan Unified Remote. Log memberikan informasi tentang apa yang dilakukan Unified Remote beserta kapan hal tersebut dilakukan.


Gambar 9 Unified Remote Server

3.2 Pengaturan pada Unified Remote Client
Setelah dilakukan pengeturan pada Unified Remote Server, sang client-pun juga harus diatur agar konsep client-server dapat tercipta. Caranya adalah dengan mengaktifkan Unified Remote pada kedua perangkat. Kemudian lakukan pairing melalui perangkat handphone. Klik menu pada perangkat handphone dan pilih preferences. Kemudian akan masuk pada unified options. Pada unified option terdapat banyak pilihan. Diantaranya Host Address, Host Port, Quick Switch dan lain-lain. Pilih Host Address dan akan muncul pop up select host. Terdapat dua tombol pada select host yaitu remove dan add. Tombol remove digunakan untuk menghapus alamat host yang sudah tersimpan. Sedangkan tombol add digunakan untuk menambahkan alamat host baru. Tekan tombol add untuk menambahkan alamat server baru. Kemudian ketikkan alamati host (alamat IP) yang akan disambungkan. Jika alamat host dari server yang akan disambungkan sudah tersimpan, pilih alamat tersebut sebagai host yang akan dikenali sebagai server. Setelah alamat server dipilih, ada hal lain yang harus di atur pada unified option ini. Hal tersebut adalah Host Port. Agar Unified Remote dapat digunakan untuk mengendalikan desktop, Unified Remote harus diberi tahu dahulu port mana yang akan digunakan. Setting port pada Unified Remote Server dan Client harus sama. Untuk kondisi awal host port yang digunakan adalah port 5432. Host Port ini dapat dibubah dengan menekan pilihan host port pada unified option, kemudian atur port baru yang ingin digunakan, lalu tekan ok. Sebagai catatan, host port pada Unified Remote Client harus sama dengan port yang digunakan oleh Unified Remote Server.
Setelah semua pengaturan dilakukan, tekan pilihan check server untuk mengecek sambungan antara client dan server. Jika sambungan berhasil, maka akan muncul tulisan server found dan Unified Remote 1.2.1 siap digunakan.

4 Pemanfaatan Fitur – Fitur pada Unified Remote
Seperti yang telah dijelaskan, Unified Remote merupakan aplikasi yang dapat menjadikan perangkat handphone berbasis android menjadi layaknya sebuah remote untuk desktop komputer. Sejauh mana yang dapat dilakukan Unified Remote terhadap desktop komputer ? Untuk Unified Remote versi 1.2.1 ini memiliki fitur – fitur yang dapat digunakan melakukan remotisasi/ pengendalian terhadap desktop komputer. Unified Remote 1.2.1 memiliki 17 fitur yaitu :
1. Explorer - Remote file system explorer
2. Spotify - Remote control for Spotify
3. Task Switcher - Switch between running task on your computer
4. WMP - Remote for Windows Media Player
5. Media - Provides a general media remote control
6. Media Center – provides a general media center remote
7. Keyboard – Provides remote keyboard control
8. Send Text – Sends a text message to the host
9. Mouse (multi-touch) - Provides multi-touch remote mouse control
10. Mouse (single-touch) - Provides single-touch remote mouse control
11. Power - Provides remote power control
12. Browser - Provides remote browser control
13. Numpad - Provides a remote numpad
14. Power Point (Basic) – Provides basic power point control
15. Power Point (Advanced) – Provides advanced power point control
16. Image – Provides image / slideshow remote control
17. Tell Stick – Provides a control for your tellstick devices

4.1 Explorer
Pada sistem operasi windows, windows explorer merupakan layanan yang sangat familiar bagi pengguna sistem operasi tersebut. Hampir semua pengguna sistem operasi windows mungkin pernah atau bahkan banyak juga yang sering menggunakannya. Unified Remote versi 1.2.1 memiliki sebuah fitur yang dapat digunakan untuk mengendalikan windows explorer dari perangkat handphone. Tampilan yang ada pada explorer milik Unified Remote versi 1.2.1 ini sangatlah jelas. Sehingga bagi user mengendalikan windows explorer dari perangkat handphone terasa seperti sedang menggunakan windows explorer didepan komputer. Cara yang dilakukan untuk memanfaatkan fitur ini adalah dengan menekan drive atau folder yang ingin dibuka maka akan tampil isi dari drive atau folder tersebut. Cara yang digunakan sama persis dengan cara penggunaan windows explorer pada sistem operasi windows.


Gambar 10 Explorer
4.2 Spotify
Spotify adalah sebuah layanan musik gratis yang membolehkan pengguna mencari dan mendengar berjuta track musik yang berbeda. Masing – masing track telah di-encode dan diproteksi sehingga tidak dapat diunduh dan disimpan. Hingga saat ini spotify sudah tersedia di Swedia, Norwegia, Finlandia, Inggris, Perancis dan Spanyol. Untuk para pengguna spotify, Unified Remote 1.2.1 menyediakan fasilitasnya. Pengguna spotify dapat mengendalikan spotify dari perangkat handphone. Caranya hanya dengan membuka alamat web spotify melalui komputer. Kemudian aktifkan spotify pada komputer dan fitur spotify pada Unified Remote 1.2.1. Maka Unified Remote 1.2.1dapat digunakan untuk mengendalikan spotify yang sedang aktif pada komputer. Namun sebelum menggunakannya, pengguna harus memastikan bahwa layanan ini tersedia untuk negara pengguna.
Pada fitur spotify, Unified Remote 1.2.1 menyediakan tujuh tombol navigasi yang dapat digunakan. Berikut fungsi-fungsi tombol navigasi yang ada pada spotify Unified Remote 1.2.1 :
a. Decrease volume : untuk mengurangi volume suara.
b. Increase volume : untuk menambah volume suara.
c. Mute : untuk meniadakan suara.
d. Previous : untuk mundur satu lagu kebelakang.
e. Next : untuk maju satu lagu kedepan.
f. Stop :untuk menghentikan pemutaran lagu.
g. Play/pause : untuk memulai lagu atau memberhentikan lagu sementara.

Gambar 11 Spotify

4.3 Task Switcher
Windows merupakan sistem operasi yang multi-tasking. Artinya dengan menggunakan windows , pengguna dapat menjalankan lebih dari satu pekerjaan/ task dalam waktu yang bersamaan. Dengan banyaknya pekerjaan yang bejalan bersama dalam suatu waktu, tak jarang pengguna melakukan perpindahan dari task yang satu ke task yang lain. Dengan memanfaatkan Unified Remote versi 1.2.1 perpindahan task juga dapat dilakukan. Fitur Unified Remote 1.2.1 yang memiliki nama task switcher, dapat melakukan hal tersebut dengan sangat mudah.
Dengan membuka task switcher pada Unified Remote 1.2.1 akan muncul semua pakerjaan/task yang sedang dilakukan pada desktop komputer. Untuk melakukan perpindahan dari task satu ke task yang lain, cukup dengan menekan task yang ingin dibuka di desktop maka task tersebut akan muncul dengan sendirinya.

Gambar 12 Task Switcher

4.4 WMP
Windows Media Player adalah aplikasi pemutar media yang terdapat pada sistem operasi windows. Dengan menggunakan Windows Media Player, file gambar, musik dan video dapat diputar sesuai keinginan pengguna. Dalam Windows Media Player yang dimiliki Unified Remote 1.2.1 terdapat navigasi-navigasi yang merupakan funsi dasar pada windows media player. Navigasi tersebut adalah :
a. Mute : untuk menon-aktifkan suara.
b. Open : untuk membuka jendela windows media player.
c. Decrease Volume : untuk mengurangi volume suara.
d. Increase Volume : untuk menambahkan volume suara.
e. Previous : untuk mundur satu file multimedia pada daftar.
f. Next : untuk maju satu file multimedia pada daftar.
g. Stop : untuk menghentikan putaran file multimedia.
h. Play / pause : untuk memulai atau menghentikan pemutaran file sementara.


Gambar 13 Windows Media Player

4.5 Media
Fitur Unified Remote yang kelima memiliki nama media. Media pada Unified Remote 1.2.1 merupakan fitur yang dapat digunakan untuk melakukan remotisasi pada aplikasi multimedia yang berjalan pada desktop komputer. Fitur ini dapat mengendalikan aplikasi pembuka gambar, musik, suara, dan video. Navigasi yang terdapat pada fitur media merupakan navigasi dasar pada pemutar media. Navigasi itu adalah sebagai berikut :
a. Decrease Volume : untuk mengurangi volume suara.
b. Mute : untuk menon-aktifkan suara.
c. Increase Volume : untuk menambahkan volume suara.
d. Previous : untuk mundur satu file multimedia pada daftar.
e. Next : untuk maju satu file multimedia pada daftar.
f. Stop : untuk menghentikan putaran file multimedia.
g. Play / pause : untuk memulai atau menghentikan pemutaran file sementara.

14 Media

4.6 Media Center
Secara bahasa, media center memiliki arti pusat media. Mengapa pada Unified Remote 1.2.1 memiliki fitur ini? Untuk apa sebuah pusat media ditempatkan pada aplikasi remote desktop seperti Unified Remote?
Windows memiliki sebuah aplikasi perekam video digital dan pemutar media yang diberi nama Windows Media Center. Windows Media Center adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melihat dan merekam siaran langsung, serta memutar musik dan video. Windows Media Center dapat memutar slideshow, video dan musik dari hard drive lokal dan jaringan lokasi. Pengguna dapat melakukan streaming acara televisi dan film melalui layanan yang tersedia.
Media Center yang ada pada Unified Remote 1.2.1 bekerja untuk membantu pengguna dalam melakukan kendali terhadap Windows Media Center melalui perangkat handphone. Media Center yang terdapat pada Unified Remote 1.2.1 memiliki beberapa kendali navigasi yang dapat mewakili beberapa fungsi yang ada pada Windows Media Center. Pada media center yang terdapat di Unified Remote 1.2.1 terdapat empat panah navigasi yang berfungsi menggerakkan pointer keatas, bawah, kanan dan kiri. Sementar tombol ok yang terdapat ditengah befungsi seperti tombol enter yang digunakan untuk memilih layanan yang akan digunakan dari Windows Media Center. Dibagian bawah layar media center dari Unified Remote 1.2.1, terdapat tombol dengan simbol tanda panah kekiri. Tombol itu digunakan untuk kembali ke menu sebelumnya pada windows media center.

4.7. Keyboard
Kinerja komputer sangat sulit untuk dipisahkan dengan perangkat yang bernama keyboard. Keyboard yang banyak dikenal masyarakat adalah sebuah perangkat keras dimana terdapat angka-angka dan huruf-huruf disana. Kini teknologi telah berkembang, keyboard bukan lagi hanya sebatas perangkat keras. Kini telah ada perangkat lunak yang dapat menggantikan peran keyboard dalam mengetik misalnya keyboard on screen yang dapat difungsikan layaknya seperti keyboard namun dikendalikan dengan mouse.
Layaknya keyboard on screen, Keyboard pada Unified Remote 1.2.1 memiliki konsep yang hampir sama. Namun, tampilan keyboard tidak tampil pada layar komputer melainkan tampil pada layar handphone. Keyboard pada fitur Unified Remote 1.2.1 terdapat huruf A sampai dengan Z, angka 0 sampai 9, spesial karakter seperti #!?,. , spasi, tombol enter, dan sebagainya. Cara penggunaan keyboard pada Unified Remote 1.2.1 ini hanya dengan menekan karakter yang ingin dimunculkan seperti menggunakan keyboard biasa.


4.8 Send Text
Send Text merupakan fitur ke-delapan yang ada pada Unified Remote 1.2.1. Dengan fitur ini pengguna Unified Remote client dapat mengirim pesan kepada server. Nantinya pesan yang dikirim akan muncul dilayar komputer yang menjadi servernya. Jika pengguna membuka fitur ini, akan muncul tombol – tombol seperti keyboard pada layar. Tombol – tombol itulah yang digunakan dalam mengetik pesan/teks yang akan dikirim kepada server. Disini juga terdapat tombol backspace untuk menghapus satu karakter kebelakang, tombol enter untuk menambah satu baris kebawah serta tombol send untuk mengirim pesan yang telah diketik pada text field. Jika pesan telah dikirim, maka text field akan kembali pada keadaan kosong yang menunjukkan bahwa pesan sebelumnya telah dikirim kepada server. Pesan yang dikirim akan tampil pada media yang sedang aktif dan dapat menampilkan tulisan. Media yang dapat menampilkan pesan yang dikirim melalui send text antara lain notepad, ms.word, ms.power point dan sebagainya.


4.9 Mouse (Multi-touch)
Tetikus atau yang lebih dikenal dengan sebutan mouse merupakan perangkat yang digunakan sebagai kendali dari kursor pada desktop komputer dengan cara menggerakkan mouse tersebut. Unified Remote 1.2.1 menyediakan fitur yang dapat digunakan untuk menggerakan kursor tanpa menggerakan mouse. Pada Unified Remote 1.2.1 terdapat dua fitur yang dapat digunakan sebagai pengganti mouse yaitu mouse (multi-touch) dan mouse (single-touch).
Pada mouse (multi-touch) yang disediakan Unified Remote1.2.1, tampilan yang muncul pada layar handphone akan tampak seperti papan berwarna hitam. Disinilah pungguna dapat menggerakan pointer dengan melakukan sentuhan pada layar handphone seperti saat menggunakan touchpad pada laptop. Pada fitur mouse (multi-touch), sentuhan yang dilakukan lebih dari satu kali akan direspon berbeda sehingga pengguna dapat melakukan double-click maupun click and drag seperti saat menggunakan trackpad pada laptop.


4.10 Mouse (Single-touch)
Fitur pangganti mouse kedua yang terdapat pada Unified Remote 1.2.1 adalah mouse (single-touch). Cara penggunaanya hampir sama dengan cara menggunakan mouse (single-touch), namun pada fitur mouse (single-touch) sentuhan umumnya dilakukan hanya satu kali untuk setiap aksi yang dilakuak.Hal ini dikarenakan pada fitur ini pengguna lebih dipermudah dengan adanya beberapa navigasi tambahan. Fitur ini merespon setiap sentuhan sebagai input untuk menggerakkan kursor. Namun pengguna tidak perlu risau akan kesulitan dalam penggunaan fitur ini. Unified remote 1.2.1 menyediakan dua tombol L dan R yang fungsinya sama dengan klik kiri dan klik kanan pada mouse. Selain itu, Unified Remote 1.2.1 juga menyediakan tempat untuk melakukan menggeser halaman (scrooling) secara vertikal/keatas yang terdapat pada bagian kanan layar dan menggeser halaman secara horizontal/menyamping yang terdapat pada bagian bawah layar. Dengan demikan, semua yang dapat dilakukan mouse telah dapat digantikan dengan fitur ini. Tinggal pengguna yang memilih akan menggunakan fitur mouse yang diinginkan.



4.11 Power
Power merupakan fitur pada Unified Remote 1.2.1 yang dapat digunakan untuk mengatur mode power pada komputer. Pada fitur power, terdapat pilihan mode power untuk perangkat komputer. Dengan memilih mode power yang ada, maka komputer akan menyesuaikan dengan mode power yang dipilih melalui Unified Remote 1.2.1. Misalnya jika dipilih shutdown, maka komputer akan melakukan shuting down powernya. Begitu pula untuk pilihan yang lain. Tombol-tombol navigasi yang terdapat pada fitur power Unified Remote 1.2.1 adalah ;
a. Lock : untuk mengunci akun yang sedang aktif.
b. logOff : untuk keluar dari akun yang digunukan.
c. Hibernate : untuk melakukan hibernasi pada komputer.
d. Sleep : untuk mengaktifkan mode tidur (sleep mode)
e. Shutdown : untuk mematikan power komputer.
f. Restart : untuk memulai ulang (restart).
g. Abort : untuk membatalkan perintah (hanya dapat digunakan untuk membatalkan perintah shutdown dan restart.


3.20 Power

4.12 Browser
Penrambah web atau lebih dikenal dengan web browser adalah perangkat lunak yang berfungsi menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen – dokumen yang disediakan oleh web server. Perambah web atau web browser sangat lekat dengan penggunaan internet. Dan Unified Remote 1.2.1 memiliki fitur yang dapat digunakan untuk mengendalikan web browser melalui perangkat handphone.
Browser pada Unified Remote 1.2.1 dapat digunakan untuk melakukan beberapa hal penting yang berkenaan dengan penggunaan web browser. Dengan fitur ini, pengguna dapat melakukan refresh terhadap browser, menggunakan fungsi stop, search dan lain – lain. Berikut fungsi dai setiap navigasi yang ada pada fitur browser di Unified Remote 1.2.1.
a. Tombol home digunakan untuk ke halaman utama dari browser.
b. Tombol back digunakan untuk kembali ke halaman pecarian sebelumnya.
c. Tombol forward digunakan untuk maju ke halaman pencarian setelah halaman yang sedang dibuka.
d. Tombol refresh digunakan untuk memuat ulang halaman web.
e. Tombol stop digunakan untuk menghentikan download halaman dari server.
f. Search digunakan untuk menuju ke pencarian halaman (address bar).
g. Tombol favorites digunakan untuk membuka halaman yang terdaftar dalam web favorites.


4.13 Numpad
Numpad merupakan bagian dari keyboard yang digunakan untuk mengetik memberikan input numerik. Unified Remote 1.2.1 membuat fitur khusus untuk mengontrol numpad melalui perangkat handphone. Pada fitur numpad, tampilan yang muncul adalah tombol-tombol seperti pada numpad dikeyboard yaitu berupa angka (0 - 9), tombol operator matimatika (/,*,-,+), tombol navigasi arah up (keatas), down (kebawah), left (kekiri), right (kekanan) dan tombol enter. Untuk menggunakannya hanya perlu menekan tombol yang diinginkan seperti saat menggunakan numpad pada keyboard.


4.14 Power Point (Basic)
Power Point adalah program komputer yang yang dikembangkan oleh Microsoft yang dapat digunakan untuk membuat serta menampilkan file presentasi. Dengan demikian, power point sangat bermanfaat untuk membantu dalam melakukan presentasi. Unified Remote 1.2.1 menyediakan fitur yang dapat digunakan untuk membantu dalam meremote kerja Microsoft Power Point. Fitur tersebut bernama power point. Dengan power point pada Unified Remote 1.2.1, pengguna dapat mengontrol presentasi tanpa harus menyentuh komputer. Pada Unified Remote 1.2.1, terdapat dua fitur Power Point yaitu Power Point (Basic) dan Power Point (Anvanced) yang tentunya memiliki perbedaan.
Fitur power point pertama yang ada pada Unified Remote 1.2.1 adalah power point (basic). Power point (basic) pada Unified Remote 1.2.1 dapat dimanfaaatkan untuk membuka slide yang ada pada file power point yang telah dibuat. Dengan navigasi – navigasi standar yang sering digunakan pada Microsoft Power Point seperti start, end, next, prev, black, white dan go to.
a. Tombol start digunakan untuk memulai pemutaran slide.
b. Tombol end digunakan untuk menghentikan pemutaran slide.
c. Tombol next digunakan untuk melanjutkan penayangan ke slide berikutnya.
d. Tombol previous digunakan untuk mundur satu slide keslide sebelumnya.
e. Tombol black digunakan untuk menampilkan layar hitam pada presentasi.
f. Tombol white digunakan untuk menampilkan layar putih pada presentasi.
g. Tombol go to digunakan untuk melompat ke arah urutan slide yang ingin ditampilkan.


4.15 Power Point (Advanced)
Fitur Power Point kedua yang ada pada Unified Remote 1.2.1 adalah power point ( Advanced ). Pada dasarnya kegunaan kedua fitur power point pada aplikasi ini tidak berbeda. Namun, pada power point (advanced) pengguna dapat melihat slide yang sedang ditampilkan, serta waktu yang digunakan untuk menampilkan slide tersebut.





4.16 Image
Pada sistem operasi windows, pengguna dapat membuka file gambar dengan melakukan double-click dan file gambar akan terbuka dengan dengan adanya image viewer. Ketika membuka file gambar, tersedia beberapa navigasi yang dapat digunakan pengguna. Navigasi yang dapat digunakan antara lain navigasi untuk melihat gambar salanjutnya atau mundur ke gambar sebelumnya. Dapat juga melihat gambar lebih dekat (zoom in) dan melihat gambar lebih jauh (zoom out). Navigasi – navigasi tersebut juga tersedia pada fitur unified remote 1.2.1 yang bernama image.
Image merupakan fitur dari unified remote 1.2.1 yang dapat digunakan untuk mengendalikan aplikasi pembuka gambar yang dijalankan pada sistem operasi windows. Pada versi 1.2.1, fitur image dapat menampakkan gambar secara lebih dekat, menampilkan gambar lebih jauh, maju ke gambar berikutnya dan mundur ke gambar sebelumnya dengan menggunakan empat navigasi yang ada. Keempat navigasi itu adalah ;
a. Zoom out : untuk menampilkan gambar lebih jauh.
b. Zoom in : menampilkan gambar secara lebih dekat.
c. Previous image : menampilkan file gambar satu langkah kebelakang.
d. Next image : menampilkan file gambar satu langkah kedepan.


4.17 Tell Stick
Tellstick merupakan suatu perangkat tambahan berbentuk USB-Stick yang dikembangkan oleh Telldus Industries yang dapat membantu penggunanya dalam kehidupan sehari – hari. Tellstick adalah USB-Stick pemancar frekuensi radio yang dihubungkan ke komputer. Dengan sinyal yang dipancarkannya, tellstick dapat menyalakan / mematikan listrik pada elektronik dan lampu yang terhubung ke dinding soket penerima.
Pada Unified Remote 1.2.1, terdapat fitur yang bernama tell stick. Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan perangkat tellstick melalui handphone. Dengan fitur tell stick yang terdapat pada Unified Remote 1.2.1, akan tampak perangkat yang dapat dikendalikan oleh tellstick. Sehingga untuk menyalakan atau mematikannya menggunakan bantuan tellstick tidak perlu menyentuh komputer melainkan hanya melalui handphone dengan memanfaatkan Unified Remote 1.2.1. Tetapi tellstick harus diaktifkan terlebih dahulu pada perangkat komputer, barulah dapat dikendalikan menggunakan handphone berbasis android dengan memanfaatkan Unified Remote 1.2.1. Cara yang dilakukan dalam mengendalikan perangkat yang terhubung dengan tellstick cukup mudah. Pengguna hanya perlu menekan daftar perangkat yang ada pada layar handphone untuk menyalakan atau mematikannya. Disana juga terdapat tombol all on untuk menyalakan semua perangkat yang terhubung dengan tellstick dan juga tombol all off untuk mematikan semua perangkat yang terhubung dengan tellstick.

Senin, 17 Oktober 2011

Telematika dan Layanan - Layanan dalam Telematika

Telematika

Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).



Layanan pada telematika

Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, bahwa telematika berhubungan erat dengan kebutuhan pengguna (user) untuk pemenuhan informasi yang dinginkan user. Hal tersebut berhubungan dengan layanan- layanan (service) yang ada pada telematika. Layanan-layanan tersebut dapat dikategorikan menjadi 4 layanan, yaitu sebagai berikut.
1. Layanan Informasi (Information Service)
Layanan Infromasi (information service) menggabungkan suatu sistem komunikasi dengan kendaraan yang bergerak. Ada beberapa contoh layanan informasi, misalnya internet services yang saat ini sudah lazim.

Real-time traffic information (Mobile data dan mobile television)

Real time traffic information (Mobile data dan mobile television) memberikan kita kemudahan mengenai arus lalu lintas yang kita butuhkan informasinya. Mobile data dapat digunakan untuk menerima saluran TV dan program, dengan cara yang sama ke ponsel, tetapi menggunakan TV LCD perangkat.

Telematik terminal

Secara umum, terminal telematika tidak memiliki perangkat layar, cara mereka memberikan informasi gambar kepada pengguna adalah dengan menggunakan sebuah perangkat tampilan, misalnya, yang sudah marak digunakan saat ini adaLah Liquid Crystal DispLay (LCD).

2. Layanan keamanan (Security Service)
Layanan keamanan memberikan fasilitas yang berfungsi untuk untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau beroperasi tidak seharusnya. Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan.

3. Layanan Context-Aware dan Event-base (Context-Aware Service)
Layanan Context awareness memiliki kemampuan sistem yang dapat memahami user, network, lingkungan, dan dengan pemahaman tersebut dapat melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan user.
Ada tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
a. The acquisition of context
b. The abstraction and understanding of context
c. Application behaviour based on the recognized context


Navigation

Navigasi merupakan suatu proses untuk membaca dan mengendalikan pergerakan suatu kendaraan atau benda dari satu tempat ke tempat lain..

Global Navigation Satellite System atau GNSS

GNSS merupakan sebuah istilah untuk sistem navigasi satelit yang menyediakan posisi dengan lingkup yang global atau luas.

LBS (Location-Based Service)

LBS (location-based service) merupakan bagian yang lebih sederhana dalam context awareness, pada saat user mencari keyword tertentu, maka ia akan mendapatkan hasil yang berbeda tergantung pada posisi user.

4. Layanan Perbaikan sumber (Resource Discovery Service)
Layanan telematika yang terakhir adalah layanan perbaikan sumber. Resource Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. The RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.

Sumber :
http://dymiluph-myblog.blogspot.com/2010/11/arsitektur-dan-service-pada-telematika.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika

Recent Post